Halaman

WELCOM TO MYBLOGSPOT ^_^

about me (tentang saya)

Sabtu, 22 Juni 2013

procedure tersimpan



Pengertian Prosedur dan Fungsi Tersimpan
Yang dimaksud dengan prosedur tersimpan (stored procedure) adalah suatu modul yang berisi kumpulan pernyataan SQL yang ditujukan untuk melaksanakan tugad tertentu dan letaknya ada pada server. Modul ini bisa dipanggil oleh klien, sedangkan pengeksekusian dilakukan di server.

Keuntungan penggunaan prosedur tersimpan adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan kinerja karena mengurangi pengiriman kode dari klien ke server, mengingat modul berada pada server.
2. Meningkatkan keamanan karena pengaksesan data tertentu ditangani dalam server, tidak melalui pengaksesan secara langsung oleh klien.
3. Meningkatkan integritas data (konsistensi data) saat sejumlah aplikasi memanggil prosedur tersimpan yang sama.

Sebaliknya, kelemahan yang terjadi sebagai akibat keuntungan-keuntungan tersebut, server akan lebih terbebani, karena banyak proses yang harus ditangani oleh server.

Pada MySQL, terdapat istilah prosedur tersimpan dan fungsi tersimpan (stored function). Perbedaannya:
 Prosedur tersimpan tidak menghasilkan nilai ketika dipanggil
v
 Fungsi tersimpan menghasilkan nilai ketika dipanggil dan tetntu saja seperti fungsi biasa bisa dipanggil di dalam suatu pernyataan (misalnya dalam SELECT)
v

Nilai yang dihasilkan oleh fungsi tersimpan biasa disebut nilai balik (return value)
Prosedur dan fungsi yang tersimpan dikenal dengan sebutan rutin (routine).
Cara Menciptakan Prosedur Tersimpan
CREATE PROCEDURE nama_prosedurtersimpan ([parameter_prosedur [,…]])
bagian_kode
Dalam hal ini:
• nama_prosedurtersimpan menyatakan nama prosedur tersimpan
• parameter_prosedur menyatakan definisi untuk parameter prosedur tersimpan
• bagian_kode berupa pernyataan-pernyataan SQL
Adapun bentuk parameter_prosedur berupa:
[ IN I OUT I INOUT ] nama_parameter tipe
Setiap parameter secara opsional bisa diawali IN, OUT, atau INOUT. IN berarti parameter sebagai masukan bagi prosedur. OUT berarti parameter sebagai keluaran. INOUT berarti sebagai masukan sekaligus keluaran.

Menjalankan Prosedur Tersimpan
Untuk memanggil prosedur tersimpan, gunakan pernyataan CALL. Pernyataan ini memiliki bentuk:
CALL nama_pt ([parameter[,…]])
Dalam hal ini, nama_pt adalah nama prosedur tersimpan. 
Cara Menciptakan Fungsi Tersimpan
Fungsi tersimpan diciptakan melalui pernyataan CREATE FUNCTION. Kaidah dasarnya seperti berikut:
CREATE FUNCTION nama_ft ([param_fung [,…]])
RETURNS tipe
bagian_kode
Dalam hal ini:
• nama_ft menyatakan nama fungsi tersimpan
• param_fung menyatakan definisi untuk parameter fungsi tersimpan
• RETURNS tipe berguna untuk menentukan tipe nilai balik
• Bagian_kode berupa pernyataan-pernyataan SQL
Berbeda dengan prosedur tersimpan, semua parameter pada fungsi tersimpan hanya berfungsi sebagai masukan.
Memperoleh Informasi Prosedur dan Fungsi Tersimpan
MySQL menyediakan perintah SHOW PROCEDURE dan SHOW FUNCTION untuk memperoleh informasi tentang prosedur dan fungsi tersimpan. Kaidah pernyataan:
SHOW { PROCEDURE I FUNCTION } STATUS [ LIKE ‘pola’ ]
Bila pola disertakan, informasi nama prosedur atau fungsi tersimpan yang cocok dengan pola akan ditampilkan.
Menghapus Prosedur atau Fungsi Tersimpan
Bila dikehendaki untuk menghapus suatu prosedur atau fungsi tersimpan, bisa menggunakan pernyataan DROP PROCEDURE atau PROCEDURE FUNCTION. Kaidah kedua pernyataan tersebut:
DROP { PROCEDURE I FUNCTION} [ IF EXISTS] nama
Tanda { I } berarti yang ada di dalamnya bisa berupa salah satu (yaitu PROCEDURE atau FUNCTION). Bagian IF EXISTS bersifat opsional; artinya “jika ada”. Bila IF EXISTS disertakan, pernyataan tidak akan menimbulkan kesalahan walaupun prosedur atau fungsi tersimpan nama tidak pernah didefinisikan.

Pernyataan Majemuk BEGIN…END
Bagian kode pada prosedur maupun fungsi tersimpan bisa berupa satu atau beberapa pernyataan. Bila terdapat beberapa pernyataan, Anda perlu meletakan pernyataan-pernyataan tersebut dalam sebuah BEGIN…END. Dalam hal ini, BEGIN…END mewakili pernyataan majemuk (sebuah pernyataan yang sebenarnya tersusun atas sejumlah pernyataan).
Sebuah pernyataan majemuk BEGIN…AND juga bisa diberi label.
Kaidahnya:
[ awal_label: ] BEGIN
[ daftar_pernyataan ]
END [ akhir_label ]

• Pernyataan DECLAR
Pernyatan DECLARE berguna untuk mendefinisikan variabel, kondisi, penangan, dan kursor yang berifat local bagi rutin. Secara umum, pernyataan ini harus berada dalam BEGIN…END dan keberadaannya harus sebelum pernyataan-pernyataan yang lain.
Variabel dapat digunakan untuk menyimpan nilai dan nilainya bisa diubah sewaktu-waktu. Pendefinisian variabel dilakukan dengan mengikuti kaidah seperti berikut: 

DECLARE nama_var [ , . . . ] tipe [ DEFAULT nilai ]

Dalam hal ini, tipe menyatakan tipe data untuk variable nama_var dan DEFAULT nilai digunakan untuk memberikan nilai awal bagi variable bersangkutan. Kaidah diatas juga menyatakan bahwa dimungkinkan untuk mendefinisikan beberapa variable sekaligus sepanjang tipenya sama.

• Pernyatan SET
Pernyataan SET digunakan untuk memberikan nilai ke variable.
Kaidahnya:
SET nama_var = ekspr [ , nama_var = ekspr ] . . .

Bedasarkan sintak di atas, sebuah pernyataan SET dapat digunakan untuk mengisi sebuah variable dengan nilai masing-masing.

• Pernyataan SELECT . . . INTO
Pernyataan SELECT . . . INTO berguna untuk memberikan hasil dari pernyatan SELECT ke dalam suatu variable. Kaidahnya:
SELECT nama_kolom [ , . . . ]
INTO nama_var [ ,. . . ] ekspresi_tabel
Pada sintaks di atas, ekspresi_tabel dapat berupa seperti FROM nama_tabel atau dalam bentuk yang lebih kompleks seperti melibatkan klausa seperti WHERE. Perlu diketahui, harus dipastikan bahwa hasil SELECT hanya berupa satu baris.
Contoh penggunaan DECLARE dan SELECT … INTO:
USE pegawai
DELIMITER //
CREATE FUNCTION jumbagian ()
RETURENS INT
BEGGIN
DECLARE jumlah INT;

SELECT COUNT (*) INTO jumlah
FROM bagian;
END
//
DELINITER ;

Penjelasan untuk kode di atas adalah seperti berikut.
• Pernyataan
DECLARE jumlah INT ;
Digunakan untuk mendeklarasikan variable jumlah yang bertipe INT (bilangan bulat)
• Pernyataan
SELECT COUNT (*) INTO jumlah
FROM bagian ;
Digunakan untuk memperoleh jumlah baris dari table bagian dan hasilnya diberikan ke variable jumlah.
• Pernyataan
RETURN jumlah ;
Memberikan nilai balik fungsi berupa isi dari variable jumlah.
berikut menunjukan pengujian fungsi jumbagian () 
mysql > SELECT jumbgaian () ;
+-------------------+
| jumbagian () |
+-------------------+
| 6 |
+-------------------+
1 row in set ( 0.13 set )

mysql >


• Kontruksi Pengatur Aliran Eksekusi

Untuk keperluan pengaturan aliran eksekusi di dalam prosedur atau fungsi tersimpan, MySQL menyediakan berbagai kontruksi yang terkait dengan pengambilan keputusan dan pengulangan. Implementasinya berupa perintah IF, CASE, LOOP, ITERATE, REPEAT, WHILE, dan LEAVE.
Pernyataan IF
Pernyataan IF berguna untuk melakukan pengambilan keputusan berupa pemilihan eksekusi didasarkan suatu keadaan. Bentuknya:
IF kondisi THEN daftar_pernyataan
[ ELSEIF kondisi THEN daftar_pernyataan ] . . .
[ ELSEIF daftar_pernyataan ]
END IF
Daftar pernyataan yang terletak sesudah THEN dieksekusi hanya kalau kondisi didepan THEN bernilai (TRUE). Bagian ELSEIF digunakan untuk menyeleksi kembali kalau keadaan sebelumnya bernilai salah (FALSE).
Contoh berikut menunjukan prosedur yang akan menampilkan nilai terkevil dari dua buah parameternya.
USE pegawai
DELIMITER //
CREATE PROCEDURE tes_if ( x INT, y INT )
BEGIN
IF x < y THEN
SELECT CONCAT ( ‘ Terkecil : ‘, x ) ;
ELSEIF ;
END
//
DELIMITER ;
Contoh pemanggilan fungsi tes_if ()

Mysql > CALL tes_if ( 10, 22 );
+------------------------------------+
| CONTAC ( ‘ Terkecil : ‘, x ) |
+------------------------------------+
| Terkecil : 10 |
+------------------------------------+
1 row in set ( 0. 00 sec )

Query ok, 0 rows affected ( 0. 00 sec )

Mysql > CALL tes_if (22, 10 ) ;
+------------------------------------+
| CONTAC ( ‘ Terkecil : ‘, y ) |
+------------------------------------+
| Terkecil : 10 |
+------------------------------------+
1 row in set ( 0. 00 sec )

Query ok, 0 rows affected ( 0. 00 sec )

Mysql >

Pernyataan CASE
Pernyataan CASE merupakan alternative lain untuk IF dengan kondisi yang bertingkat. Bentuknya:

CASE case_value

WHEN search_condition THEN statement_list
[ WHEN search_condition THEN statement_list ] . . .
[ else statement_list ]

END CASE

Seleksi akan dilakukan dimulai dari WHEN teratas. Kalau ada yang memenuhi (kondisi bernilai benar / TRUE) maka pernyataan yang terletak sesudah THEN akan dieksekusi dan kemudian menuju ke END CASE. Kalau suatu WHEN diperiksa tidak memenuhi, maka WHEN berikutnya akan diperiksa. Bagian ELSE akan dieksekusi kalau tak ada WHEN yang cocok.

Contoh penggunaan CASE:

DELIMITER //
CREATE PROCEDURE tes_case ( nilai INT )
BEGIN
DECLARE skor CHAR (50) ;

CASE
WHEN nilai > 100 OR nilai < 0 THEN
SET skor = ‘Nilai salah’ ;
WHEN nilai > = 90 THEN
SET skor = ‘skor: A’ ;
WHEN nilai > = 70 THEN
SETskor = ‘skor: B’ ;
WHEN nilai > = 60 THEN
SET skor = ‘skor: C’ ;
WHEN nilai > = 50 THEN
SET skor = ‘skor: D’ ;
ELSE
SET skor = ‘skor: E’ ;
END CASE ;
SELECT skor ;
END
//
DELIMITER ;
Pada contoh diatas digunakan untuk memberikan gambaran penggunaan CASE dalam suatu prosedur untuk menghasilkan Skor A, Skor B, hingga skor E bergantung pada keadaan berikut. 
Nilai > 100 Nilai < 0 Nilai salah
Nilai ≥ 90 Skor A
70 ≤ Nilai < 90 Skor B
60 ≤ Nilai < 70 Skor C
50 ≤ Nilai < 60 Skor D
0 ≤ Nilai < 50 Skor E
Pernyataan LEAVE
Pernyataan LEAVE digunakan untuk keluar dari suatu konstruksi yang memiliki suatu label. Bentuknya:
Leave nama_label;
Pernyataan LOOP
Pernyataan LOOP berguna untuk melakukan pengulangan. Bentuknya:
[ awal_label : ] LOOP
Statement_list
END LOOP [ akhir_label ]
Daftar pernyataan yang berada antara LOOP dan END LOOP akan terus dieksekusi sampai ada suatu pernyataan untuk keluar pengulangan dieksekusi. Dalam hal ini, pernyataan yang digunakan untuk keluar pengulangan berupa pernyataan LEAVE. Contoh berikut menunjukkan penggunaan LOOP dan LEAVE. 
DELIMITER//
CREATE PROSEDUR tes_loop( )
BEGIN
DECLARE pencacah INT;
SET pencacah = 0;

SELECT CONCAT (‘Nilai awal pencacah : ’ , pencacah);
Ulang : LOOP
SET pencacah = pencacah + 1;
IF pencacah > 10 THEN LEAVE ulang; END IF;
END LOOP ulang;
SELECT CONCAT (‘Nilai akhir pencacah : ’ , pencacah);
END
//
DELIMITER;
Pada prosedur tes_loop, variable pecahan dideklarasikan sebagai variable local yang bertipe INT. Mula-mula variable tersebut diiisi dengan 0. Selanjutnya, pernyataan
SELECT CONCAT ( ‘Nilai awal pecahan : ‘, pecahan ) ;
Digunakan untuk menampilkan tulisan ‘Nilai awal pecahan : ‘diikuti dengan isi variable pecahan.
Pernyataan LOOP digunakan untuk mengeksekusi pernyataan-pernyataan yang ada didalamnya secara terus-menerus, sampai ada perintah untuk keluar dari pernyetaan tersebut.
Pernyataan yang ada dalam LOOP yang pertama adalah
SET pecahan = pecahan + 1 ;
Pernyataan tersebut untuk menaikkan isi variable pecahan sebesar 1.
Pernyataan kedua
IF pecahan > 10 THEN LEAVE ulang ; END IF ;
Digunakan untuk LEAVE saat variable pecahan bernilai 11 (yakin ketika kondisi pecahan > 10 bernilai benar). Ketika LEAVE dijalankan, Pengulangan menjadi berakhir. Dengan demikian, pernyataan selanjutnya yang dieksekusi adalah
SELECT CONCAT ( ‘ Nilai akhir pecahan : ‘, pecahan ) ;
Pernyataan REPEAT
Seperti halnya LOOP, pernyataan REAPET juga berguna untuk melakukan pengulangan. Bentuknya:
[awal_label :] REAPET
Daftar pernyataan
UNTIL kondisi_pengulangan
END REAPET [ akhir_label ]
Pada pernyataan ini, bagian daftar_pernyataan akan dieksekusi terus-menerus sampai kondisi_pengulangan benilai benar (TRUE). 
DECLARE pecahan INT DEFAULT 0 ;
Digunakan untuk mendeklarasikan variable local pertama pecahan yang bertipe INT dan diberi nilai awal sebesar 0.
Pernytaan REAPET digunakan untuk menjalankan pernyataan 
SET pecahan = pecahan + 1 ;
Sampai kondisi pecahan > 10 bernilai benar. Kondisi ini tercapai saat pecahan bernilai 11.
Pernyataan WHILE
Pernyataan WHILE juga digunakan untuk melakukan pengulangan terhadap sejumlah pernyataan. Bentuknya adalah:
[ awal_label : ] WHILE kondisi_pengulangan DO
daftar_pernyataan
END WHILE [ akhir_label ]
Berada dengan LOOP atau REAPET, WHILE akan menguji kondisi_pengulangan terlebih dulu.Selama kondisi tersebut bernilai benar, bagian daftar_pernyataan akan dieksekusi secara terus-menerus. Berikut contoh penggunaan pernyataan WHILE.
DELIMITER//
CREATE PROSEDUR tes_while( )
BEGIN
DECLARE pencacah INT;
SET pencacah = 0;
SELECT CONCAT (‘Nilai awal pencacah : ’ , pencacah);
WHILE pencacah < 11 DO
SET pencacah = pencacah + 1;
END WHILE;
SELECT CONCAT (‘Nilai akhir pencacah : ’ , pencacah);
END
//
DELIMITER;
Pernyataan
SET pecahan = pecahan + 1 ;
Dijalankan terus-menerus selama kondisi pecahan < 11 bernilai benar. Pada saat varibel pecahan bernilai 11, kondisi pengulangan menjadi salah. Akibatnya, eksekusi terhadap pernyataan
SET pecahan = pecahan + 1 ;
Tidak dilakukan lagi.
Pernyataan ITERATE
Pernyataan ITERATE memiliki bentuk pemakaian sebagai berikut:
ITERATE label
Penggunaan pernyataan ini hanya berada dalam konstruksi LOOP, REAPET, dan WHILE.Kegunaannya adalah untuk mengarahkan eksekusi menuju ke suatu label. Dengan kata lain, pernyataan ini di gunakan untuk “mengulang kembali”.
Berikut contoh penggunaan ITERATE :
DELIMETER//
CREATE PROSEDUR tes_interate( )
BEGIN
DECLARE pencacah INT DEFAULT 0;
DECLARE hasil CHAR (50);
SET hasil = ‘0’;
Ulang: WHILE pencacah < 11 DO
SET pencacah = pencacah + 1;
IF pecacah > 3 AND pencacah < 7 THEN 
ITERATE ulang;
END IF;
SELECT CONCAT (hasil, ‘-‘, pencacah) 
INTO hasil;
END WHILE;
SELECT hasil;
END
//
DELIMITER;
Pada contoh di atas, mula-mula variable pencacah di isi dengan nol dan hasil dengan string ‘0’.
Pernyataan WHILE di gunakan untuk melakukan pengulangan selama variable pecahan di bawah 10. Di dalam WHILE, mula-mula varibel pecahan dinaikan sebesar satu melalui pernyataan SET. Kemudian, pernyataan IF digunakan untuk menjalankan pernyataan ITERATE ulang sekiranya isi varibel pecahan lebih besar 3 dan kurang dari 7. Dengan demikian, ITERATE dijalankan ketika bernilai 4, 5, dan 6. Pada saa seperti itu, pernyataan
SELECT CONCAT (hasil, ‘_’ , pecahan)
INTO hasil ; 
tidak dijalankan. Itulah sebabnya pada hasil pengujian ITERATE di bawah ini nilai 4, 5, dan 6 tidak muncul.
Mysql> CALL tes_iterate( );

Sabtu, 26 Januari 2013

‎>>> HATI2 MEMASAK KANGKUNG....!!!

‎>>> HATI2 MEMASAK KANGKUNG....!!!

Disarankan bila anda memasak kangkung, Harap belah batangnya

Kangkung, Petis kangkung, Kangkung Tumis, dll yg brkaitan dgn KANGKUNG, mgkn crita ini dpt mnjadi prtimbangan bagi ANDA skalian ktika ANDA hendak makan KANGKUNG.

beberapa hari yang lalu, di klinik yg trkenal di Yogya, smua Dokter kbingungan krn ada seorg pemuda asal SOLO bernama RIF'AT SUNGKAR yg mnderita sakit perut. Pemuda itu dbawa ke klinik
oleh Ortu nya stlh 2 hari mnderita DIARE. Sdh brmacam obat sakit perut yg dberikan kpd pemuda itu, namun DIARE tdk kunjung
sembuh.

Kmudian Ortu pemuda trsbt di tanya oleh Dokter, "makanan apa yg di makan oleh pemuda tsb slama 2 hari ini? "Ortu anak itu
kbingungan, krn sjak anaknya DIARE, pemuda tsb tak mau makan, dia hanya minum susu putih, itu pun muntah.

Stlh dperiksa, trnyata seblm mnderita DIARE, malam tsb pemuda itu makan Kangkung Tumis diRstoran brsama Ortunya. Dokter sgr mlakukan X-RAY, trnyata dlm usus RIF'AT tlh brkembang biak LINTAH dgn anaknya yg kecil2.
Dokter mnyerah dan mnyatakan tdk sanggup mengambil tindakan medis apapun. Akhirnya pemuda malang itu pun MENINGGAL
DUNIA.

Stelah diperiksa ulang, trnyata Lintah itu seblmnya berada didlm Batang Kangkung yg bsar. Memang, utk pggemar kangkung tumis
yg paling enak adalah BATANGNYA.

Lintah yg brada di dlam batang kangkung itu tdk akan mati walau dimasak slama 20 menit, apalagi utk kangkung tumis proses
mmasak tdk trlalu lama agar mghasilkan rasa kangkung yg sedap. Lintah hanya akan MATI jika DI BAKAR.

Didlm usus pemuda tadi, lintah hanya butuh waktu 1 - 2 hari utk brkembang biak. Jika ada kluarga/ teman2 yg mengalami hal tsb, lakukan tindakan dgn mberi minumair Rendaman Tembakau(bisa
diambil dari rokok kretek) biasanya lintah "akan kluar dan dlm keadaan mati.

Kabarkan kpd teman, sahabat, kluarga, atau siapapun yg anda kenal Kirim ke smua kontak anda,,ini bru namanya broadcast yg bermanfaat....
Ini kisah nyata di Yogyakarta !! Jangan di remehkan Dan disarankan bila anda memasak kangkung, Harap belah batangnya

Senin, 21 Januari 2013

misteri batu berjalan



Misteri Batu Berjalan di California

Pernah dengar misteri batu meluncur atau batu berjalan? Ya, batu berjalan menjadi salah satu misteri yang paling menarik dari Death Valley National Park, tepatnya di danau kering Racetrack Playa, California-AS. Batu berjalan itu dapat ditemukan dengan mudah di permukaan Playa dengan jejak panjang di belakangnya.

Bagaimana mereka dapat bergerak atau berpindah masih menjadi misteri besar di benak para peneliti. Pasalnya, batu yang berjalan tidak hanya batu kecil yang mudah tertiup oleh angin. Ada beberapa batu besar dengan berat ratusan kilogram yang juga turut “jalan-jalan”.

Pertanyaan besar yang tentu saja akan muncul kemudian: bagaimana cara mereke bergerak? Ini menjadi tantangan besar bagi para peneliti. Mengapa fenomena ini menjadi misteri? Karena, tidak ada satu orang pun yang pernah melihat ia berjalan.

Sampai hari ini, faktanya adalah tidak ada seorang atau satu organisasi pun yang mengetahui bagaimana batu-batu itu bisa berpindah tempat, meski beberapa orang sudah mempunyai penjelasannya masing-masing menurut nalar. Menarik untuk disimak.

Tapi, sebelumnya, sekadar diketahui apa dan di mana Racetrack Playa. Racetrack Playa adalah danau kering yang datar dengan panjang empat kilometer dan lebar sekitar dua kilometer. Terletak di California-AS, permukaannya terdiri dari batuan sedimen yang terbuat dari lumpur dan tanah liat.

Iklim di daerah ini juga kering. Hujan hanya terjadi beberapa inci per tahun. Namun, saat hujan, pegunungan terjal yang mengelilingi Racetrack Playa akan menyuplai air ke permukaan danau dan menyulapnya menjadi danau dangkal yang sangat luas. Sayangnya, ini hanya bertahan beberapa hari saja. Setelah itu, dalam keadaan basah, permukaannya berubah menjadi lumpur yang lembut dan licin.

Ada beberapa asumsi atau penjelasan tentang mengapa batu-batu di Racetrack Playa dapat berjalan. Semua penjelasan tersebut masuk akal. Bisa jadi Anda setuju dengan salah satunya. Namun, sampai saat ini belum ada yang dapat membuktikannya bersama-sama secara ilmiah.

Apakah mereka digerakkan oleh manusia atau hewan?
Jejak yang terbentuk di belakang batu menunjukkan bahwa batu-batu berjalan itu berpindah saat permukaan Racetrack Playa masih ditutupi dengan lumpur yang sangat lembut. Dan, di sekitar jejak batu, tidak ada lumpur yang rusak akibat jejak makhluk hidup lainnya. Artinya, sangat kecil kemungkinan batu tersebut dipindahkan oleh manusia dan hewan.

Apakah mereka digerakkan oleh angin?
Ini penjelasan paling favorit dan dipilih banyak orang karena dinilai paling mungkin. Bukan asal tebak atau sekedar menerka-nerka. Tapi, jika dipelajari dari jejak batu yang berjalan, arahnya sejajar dengan arah angin yang berhembus di Racetrack Playa, yakni dari barat daya ke arah timur laut.

Hembusan angin kencang diperkirakan mampu menyenggol batu sampai berpindah tempat. Kurva pada jejak batu tersebut dibentuk oleh pergeseran arah angin yang membawanya, karena interaksi angin dan batu tidak teratur.

Apakah mereka digerakkan oleh es?
Beberapa orang mengaku sempat menyaksikan Racetrack Playa tertutup oleh lapisan es tipis. Idenya, air membeku di sekitar batu. Lalu, angin berhembus di atas permukaan es dan menyeret lapisan es berikut batu yang tertancap di permukaan es.

Beberapa penelitian telah menemukan jejak sangat kongruen pada beberapa batu. Namun, seharusnya pengangkutan lapisan es besar diharapkan meninggalkan tanda para permukaan Playa. Sampai saat ini, tanda tersebut belum bisa dibuktikan.

Mungkin Anda setuju dengan salah satu dari beberapa penjelasan di atas. Atau, tidak ada salahnya jika Anda mempunyai penjelasan lain yang berbeda. Tetapi, mungkin cerita ini akan tetap menarik jika jawabannya tidak pernah diketahui dan menjadi misteri.

Senin, 22 Oktober 2012

Lapisan fisik (physical layer)

OSI (Open System Interconnection)

Model OSI adalah suatu dekripsi abstrak mengenai desain lapisan-lapisan komunikasi dan protokol jaringan komputer yang dikembangkan sebagai bagian dari inisiatif Open Systems Interconnection (OSI). Model ini disebut juga dengan model “Tujuh lapisan OSI” (OSI seven layer model).salah satu diantaranya adalah Lapisan fisik (physical layer).

Lapisan fisik (physical layer)

Physical Layer berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit pula, dan bukan 0 bit. Pertanyaan yang timbul dalam hal ini adalah : berapa volt yang perlu digunakan untuk menyatakan nilai 1? dan berapa volt pula yang diperlukan untuk angka 0?. Diperlukan berapa mikrosekon suatu bit akan habis? Apakah transmisi dapat diproses secara simultan pada kedua arahnya? Berapa jumlah pin yang dimiliki jaringan dan apa kegunaan masing-masing pin? Secara umum masalah-masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan secara mekanik, elektrik dan interface prosedural, dan media fisik yang berada di bawah physical layer.

Lapisan fisik (Inggris: physical layer atau PHY Layer) adalah lapisan pertama dalam model referensi jaringan OSI (lapisan ini merupakan lapisan terendah) dari tujuh lapisan lainnya. Lapisan ini mendefinisikan antarmuka dan mekanisme untuk meletakkan bit-bit data di atas media jaringan (kabel, radio, atau cahaya). Selain itu, lapisan ini juga mendefinisikan tegangan listrik, arus listrik, modulasi, sinkronisasi antar bit, pengaktifan koneksi dan pemutusannya, dan beberapa karakteristik kelistrikan untuk media transmisi (seperti halnya kabel UTP/STP, kabel koaksial, atau kabel fiber-optic). Protokol-protokol pada level PHY mencakup IEEE 802.3, RS-232C, dan X.21. Repeater, transceiver, kartu jaringan/network interface card (NIC), dan pengabelan beroperasi di dalam lapisan ini.

Memahami Layer Bagian Bawah dari Model OSI – Layer Physical
Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan mengenai desain lapisan-lapisan komunikasi dan protokol jaringan komputer yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model “Model tujuh lapis OSI” (OSI seven layer model).
Layer paling bawah dari model OSI adalah layer Physical. Layer ini menspesifikasikan standards kepada interaksi komputer-komputer dengan media transmisi fisik. Sebagai administrator anda harus faham layer Physical.



Korelasi Antara TCP IP dan model OSI
Layer physical adalah layer paling bawah dari layer-layer model OSI. Ia berisi standard- standard untuk menghubungkan komputer kepada media transmisi yang sesungguhnya. 
Tujuan utama dari layer Physical adalah:
• Menspesifikasikan standards untuk berinteraksi dengan media jaringan
• Menspesifikasikan kebutuhan media untuk jaringan-jaringan
• Format sinyal electrical untuk transmisi lewat media jaringan
• Synchronisasi transmisi sinyal
• Deteksi error selama transmisi
Pada layer physical, komputer mengirimkan stream bit-bit lewat media transmisi. Karena komputer menggunakan sinyal electric untuk menghadirkan biner 0 dan 1, standards layer physical berkenaan dengan sinyal-sinyal electric ini meliputi:
• Jenis sinyal (analog atau digital)
• Level tegangan
• Identifikasi bit
• Synchronisasi bit

Standard media transmisi
Protocol pada layer physical menjelaskan karakteristik dari media transmisi dan sinyal elektrik yang meliputi spesifikasi-spesifikasi berikut:
• Konektor-Konektor fisik
• Piranti koneksi seperti switch, multiplexer
• Kecepatan data transfer
• Jarak transmisi maksimum

Topology Physical
Istilah topology menjelaskan bagaimana semua piranti pada jaringan secara fisik di koneksikan bersama, seperti:
• Bus Topology
• Ring topology
• Star topology
• Mesh topology
• Cellular topology
Topology Hibryda adalah kombinasi dari topologi-topologi yang berbeda yang digunakan pada jaringan yang sama yang meliputi yang berikut:
• Tree topology
• Star Bus topology
• Hybrid Mesh Topology
Parity bit digunakan dengan transmisi asynchronous sederhana. Error dideteksi dengan menambahkan sebuah bit extra yang disebut bit parity, di setiap ujung frame. Bit tambahan ini menjamin bahwa jumlah bit 1 yang ganjil dan yang genap dikirim di setiap transmisi. Pemeriksaan error dilakukan dengan menambahkan jumlah bit 1 kedalam frame. Jika jumlahnya tidak ganjil (atau tidak genap jika dipakai parity genap) maka dipastikan terjadi suatu error.
Daftar layanan Layer Fisik
Fungsi utama dan jasa yang dilakukan oleh Physical Layer adalah:
• Bit-by-bit atau simbol-by-simbol pengiriman
• Menyediakan sebuah antarmuka standar fisik media transmisi, termasuk
o Mechanical spesifikasi konektor listrik dan kabel, misalnya panjang kabel maksimum
o Spesifikasi listrik Jalur transmisi level sinyal dan impedansi
o Radio interface, termasuk spektrum elektromagnetik alokasi frekuensi dan spesifikasi kekuatan sinyal, analog bandwidth, dll
o Spesifikasi untuk IR atas serat optik atau komunikasi IR nirkabel link
• Modulasi
• Line coding
• Bit sinkronisasi dalam sinkron komunikasi serial
• Start-stop sinyal dan kontrol aliran pada komunikasi serial asinkron
• Circuit switching
• Multiplexing
o Pembentukan dan penghentian circuit switched sambungan
• Carrier rasa dan tabrakan yang dimanfaatkan oleh beberapa tingkat 2 beberapa protokol akses
• Pemerataan penyaringan, rangkaian pelatihan, denyut nadi membentuk dan pemrosesan sinyal sinyal fisik
• Forward error correction [2] misalnya coding convolutional bitwise
• Bit-interleaving dan channel coding
Layer Fisik juga prihatin dengan
• Bit rate
• Point-to-point, multipoint atau point-to-multipoint line konfigurasi
• Jaringan fisik physical , for example bus , ring , mesh or star network
• Serial atau paralel komunikasi
• Simplex , half duplex or full duplex transmission mode
• Autonegotiation
Contoh alat yang berfungsi menggunakan (Physical Layer)
• Jaringan telepon modem – V.92
• IRDA Physical Layer
• USB Physical Layer
• EIA RS-232 , EIA-422 , EIA-423 , RS-449 , RS-485
• Lapisan fisik ethernet Termasuk 10BASE-T, 10BASE2, 10BASE5, 100BASE-TX, 100BASE-FX, 100BASE-T, 1000BASE-T, 1000BASE-SX dan varietas lain
• Varieties of 802.11 Wi-Fi Physical Layers
• DSL
• ISDN
• T1 dan T-carrier link, dan E1 dan lainnya E-carrier link
• SONET/SDH
• GSM Um radio interface physical layer
• Bluetooth Physical Layer
• ITU Rekomendasi: lihat ITU-T
• Firewire
• TransferJet Physical Layer
• Etherloop
• ARINC 818 Avionics Digital Video Bus
• G.hn / G.9960 Physical Layer

Sabtu, 22 September 2012

JURUS ALAMI TANGKAL FLU


Tenggorokan gatal, kepala berkunang-kunang dan tubuh lelah dan pegal-pegal merupakan beberapa tanda terserang virus influenza. Semua itu jelas rentan mengganggu sederet aktivitas harian Anda.
Tak perlu beristirahat di rumah terlalu lama atau terburu-buru berobat ke dokter. Terdapat beberapa cara mudah dan sederhana yang dpat Anda lakukan untuk mencegah dan mengobati serangan flu.
- Minum air putih atau jus. Menjaga tubuh tetap terhidrasi agar membuat tubuh terhindar kondisi kekurangan cairan yang rentan memicu lemas. 
"Jaga tubuh untuk tetap terhidrasi dengan mengkonsumsi air mineral, jus atau teh karena efektif menyurutkan tanda-tanda penyakit flu seperti tenggorokan gatal dan hidung mampet," ucap William Schaffner, MD, profesor dan kepala department of preventive medicine di Vanderbilt University School of Medicine. 
- Berkumur dengan air garam. Dengan berkumur menggunakan air garam beberapa kali maka juga dapat membantu mengeluarkan bakteri dan virus. Hal ini dapat Anda lakukan untuk mencegah serta mengobati flu dan batuk.
"Garam membantu mengeluarkan kelebihan air dalam jaringan tenggorokan, mengurangi peradangan, dan membersihkan lendir dan iritasi dari tenggorokan," ujar Philip Hagen, MD, kepala editor medis di Mayo Clinic Book of Home Remedies. 
- Jaga tubuh tetap bersih. Dr Schaffner mengatakanh bahwa menjaga kebersihan tubuh saat sakit adalah hal yang paling utama karena kuman dan bakteri adalah sumber penyakit. Saat Anda sakit maka bakteri dan kuman yang ada semakin banyak. 
Mandi membuat tubuh bersih sehingga Anda merasa lebih segar. Jangan lupa untuk mandi dengan air hangat untuk menghindari flu yang Anda derita menjadi semakin parah. Hindari pula mandi dengan air dingin atau mandi larut malam.
- Minum madu. "Konsumsi madu dua sendok secara langsung atau campur ke dalam teh manis hangat," ucap Harley Rotbart, MD, profesor and wakil kepala pediatrics and pediatric infectious diseases di University of Colorado School of Medicine. 
Ia juga mengatakan, konsumsi madu teratur setiap hari sangat efektif dalam menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Namun jangan lupa untuk memastikan bahwa madu yang Anda konsumsi adalah madu asli.
- Santapan berkuah.Tetap konsumsi air mineral, jus atau teh dan sup saat makan siang. Banyak peneliti yang menyarankan untuk mengkonsumsi sup yang terdiri dari daging ayam dan sayur-sayuran karena dipercaya sebagai resep legendaris yang dapat menyembuhkan tanda-tanda flu dan masuk angin.
- Olahraga ringan. Jika Anda sanggup melakukan sedikit aktivitas, bangun dari tempat tidur dan lakukan jenis-jenis olahraga ringan karena dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh. Terkadang berdiam diri di tempat tidur seharian saat flu justru akan membuat tubuh Anda terasa semakin lemas dan tidak bertenaga.
 SUMBER:VIVAlife





SAWI KERITING : Hasil uji sampel yang sudah dilakukan menunjukkan tingkat residu pestisida yang relatif tinggi
PONTIANAK—Masyarakat Pontianak dan Kalimantan Barat hendaknya berhati-hati dalam mengonsumsi sayuran sawi keriting. Soalnya, berdasarkan hasil uji sampel yang dilakukan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Kalbar, tingkat residu pestisida pada sawi keriting relatif tinggi. “Untuk tomat, masih aman konsumsi. Residu pestisidanya di bawah ambang batas. Bunga kol juga aman. Residu yang agak tinggi itu adalah sawi keriting,” ungkap Ketua OKKPD Kalbar, M Budi Setiawan, kemarin. Sampel yang diuji berasal dari berbagai tempat jualan antara lain di Pasar Flamboyan, Pasar Mawar dan supermarket.

Menurut Budi, kehati-hatian masyarakat sangat perlu mengingat kadar residu pestisida dapat membahayakan kesehatan. Sawi keriting selama ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat baik untuk bakso, capcay dan lain-lain. Khusus untuk tanaman buah, OKKPD juga menguji berbagai sampel, seperti apel merah Washington dan lain-lain.

“Untuk buah, yang ada di toko atau di supermarket, anggur agak meragukan. Dari hasil tes kita, kandungan pestisidanya agak tinggi meskipun tidak semua jenis anggur,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kalbar itu.Menindaklanjuti temuan ini, OKKPD menggencarkan penyuluhan kepada petani.

Tenaga penyuluh akan melakukan sosialisasi terkait bahaya pestisida dan cara-cara penanggulangan hama penyakit tanaman. Para petani akan diingatkan untuk mengerti bagaimana memanfaatkan pestisida secara bijaksana atau disesuaikan dengan tingkat serangan hama. Idealnya, pestisida baru digunakan jika tingkat serangan hama sudah mencapai level tertentu.

“Dalam menggunakan pestisida itu ada ketentuannya. Tidak asal semprot. Kalau tingkat serangan masih di bawah ambang pengendalian, sebaiknya pembasmian dengan cara fisik atau pestisida nabati,” jelasnya. Sebagian petani tidak menggunakan pestisida sesuai dengan ketentuan. Meskipun tingkat serangan hama masih relatif rendah, petani sudah menggunakan pestisida kimia karena mereka menginginkan hasil panen yang baik (sayuran dan buah mulus).

Menurut Budi, dalam melaksanakan tugasnya, OKKPD juga bekerjasama dengan berbagai instansi misalnya Balai Besar POM. Tugas OKKPD lebih khusus pada pangan segar, sementara cakupan tugas BB POM jauh lebih luas. Budi mengakui, ada berbagai kendala yang dihadapi oleh OKKPD antara lain dari segi sarana prasarana seperti laboratorium dan sarana mobilitas. Di samping mengawasi mutu dan keamanan pangan hasil pertanian, lembaga ini juga melayani pendaftaran atau sertifikasi pangan segar.(ron)

Subhanallah! Masjid Ini Didirikan Oleh Makhluk Ghaib

Dibangunkan sekitar abad ke-12 masihi, Masjid Nando yang terletak di Kampung Nando, Mali, Afrika Barat, hingga kini masih menjadi misteri terutamanya dari segi struktur dan reka bentuk bangunannya.
Kewujudan Masjid Nando adalah hasil dari pengaruh Islam ke Afrika Barat yang mula tersebar pada abad IX Masehi. Pada waktu itu, Islam dibawa oleh para pedagang Muslim dari suku Tuareg dan Berber. Kedua-dua suku ini merupakan suku nomad yang suka mengembara di gurun sahara selatan dan utara.
Bangunan Masjid Nando dikategorikan unik, tidak ada marmar atau kubah sebagaimana masjid-masjid lain secara umumnya. Seluruh bangunan hanya dilapisi lumpur, termasuk lantai dalam masjid.
Bahkan bahagian tepi lantai, tetap dibiarkan lebih tinggi dari bangunan yang lain dan menyerupai pinggiran benteng dengan rekabentuk lama. Meski demikian, pada setiap sisi dalam bangunan masjid dihiasi dengan tulisan
kaligrafi yang juga dibuat dari lumpur.
Menurut mitos masyarakat setempat, Masjid Nando tidak dibangunkan oleh manusia, akan tetapi oleh makhluk halus yang berbadan besar. Keyakinan ini diperkuat jika anda melihat struktur bangunan, bahan yang digunakan
untuk membina masjid , serta adanya bekas tapak kaki besar pada salah satu sisi masjid.
http://www.myberita.com/subhanallah-masjid-ini-didirikan-oleh-makhluk-ghaib/